Sejarah Universitas Walisongo Gempol Pasuruan

Universitas Walisongo Gempol Pasuruan (Unwas Gempol) merupakan perguruan tinggi yang lahir dari semangat pengabdian dan kepedulian tokoh masyarakat serta ulama Nahdlatul Ulama di wilayah Gempol, Kabupaten Pasuruan, dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Universitas ini berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif Walisongo Gempol Pasuruan, sebuah yayasan pendidikan yang telah berkiprah sejak dekade 1960-an.

Cikal bakal berdirinya Universitas Walisongo Gempol bermula dari pengelolaan berbagai lembaga pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan oleh yayasan, kemudian dilanjutkan dengan pendirian institusi pendidikan tinggi berbentuk sekolah tinggi pada awal tahun 2000-an. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang terpadu, bermutu, dan berorientasi pada penguatan keilmuan serta akhlak, yayasan melakukan pengembangan kelembagaan menuju bentuk universitas dengan menggabungkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gempol (STIEG) dan Sekolah Tinggi Teknologi Gempol (STTG) ditandai dengan adanya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 806/B/O/2025 tanggal 22 September 2025.

Universitas Walisongo Gempol Pasuruan dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Universitas Walisongo Gempol Pasuruan akan terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berdaya saing, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Hingga saat ini, Universitas Walisongo Gempol Pasuruan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendidikan sebagai wujud kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa, khususnya di wilayah Gempol dan sekitarnya.

Chat Icon